Putraku yang ke-3 bernama Moh Fikri Raihan,biasa dipanggil Ade
Iki, ketika usianya menginjak 1-2,5 tahun,dia biasa melakukan aksi corat coret
dinding rumah,hal ini juga aku lihat pada anakku yang pertama dan kedua.ketika
aku bertamu ke rumah kerabat dan teman temanku yang mempunyai anak seusia Ade
Iki,aku juga melihat dinding rumah mereka penuh dengan coreta.rumah yang
tadinya bersih dengan warna cat yang menarik ,kini penuh dengan goresan
pensil,polpen,spidol atau media apa saja yang bisa mereka gunakan untuk
mencoret-coret tembok.
Bunda,ini adalah
salah satu hal yang unik dan sebenarnya wajar-wajar saja terjadi, ketika usia
anak bunda menginjak 1-3 tahun,dan itu memperlihatkan kepada kita bahwa anak
kita tumbuh dengan normal.namun hal itu kadang membuat bunda sangat kesal dan
jengkel,bahkan memberi cubitan pada si kecil.bunda, disinilah peran seorang ibu
untuk memahami kemampuan motorik putra putri anda.ingat….bunda jangan
memarahinya dan terlalu sering mengucapkan kata “jangan”. “Ade jangan begini”,,”Ade
jangan begitu”,karena lama kelamaan anak akan ragu-ragu untuk mengerjakan
sesuatu yang sebenarnya dia lakukan untuk mengasah kreativitasnya,dan bisa
membuat anak jadi tidak percaya diri.
Putraku yang ke-3 bernama Moh Fikri Raihan,biasa dipanggil Ade
Iki, ketika usianya menginjak 1-2,5 tahun,dia biasa melakukan aksi corat coret
dinding rumah,hal ini juga aku lihat pada anakku yang pertama dan kedua.ketika
aku bertamu ke rumah kerabat dan teman temanku yang mempunyai anak seusia Ade
Iki,aku juga melihat dinding rumah mereka penuh dengan coreta.rumah yang
tadinya bersih dengan warna cat yang menarik ,kini penuh dengan goresan
pensil,polpen,spidol atau media apa saja yang bisa mereka gunakan untuk
mencoret-coret tembok.
Bunda,ini adalah
salah satu hal yang unik dan sebenarnya wajar-wajar saja terjadi, ketika usia
anak bunda menginjak 1-3 tahun,dan itu memperlihatkan kepada kita bahwa anak
kita tumbuh dengan normal.namun hal itu kadang membuat bunda sangat kesal dan
jengkel,bahkan memberi cubitan pada si kecil.bunda, disinilah peran seorang ibu
untuk memahami kemampuan motorik putra putri anda.ingat….bunda jangan
memarahinya dan terlalu sering mengucapkan kata “jangan”. “Ade jangan begini”,,”Ade
jangan begitu”,karena lama kelamaan anak akan ragu-ragu untuk mengerjakan
sesuatu yang sebenarnya dia lakukan untuk mengasah kreativitasnya,dan bisa
membuat anak jadi tidak percaya diri.
![]() |
Bunda,akan lebih
bijaksana jika bunda menyampaikan sesuatu yang tidak bunda sukai dengan kata
–kata yang lemah lembut dan penuh kasih sayang.satu hal yang pernah terjadi
pada diriku,,ketika aku berada di dapur dan kembali ke ruang keluarga,dinding
rumah sudah penuh coretan.aku tersenyum dan berkata,"waaah,gambar ade bagus
sekali",si kecil tersenyum-senyum,mungkin saja dia merasa bangga dengan
sanjungan yang kuberikan,kuhampiri dia,sambil berkata,"gambar ade bagus sekali
tapi lebih bagus kalau ade menggambar di kertas ini".sambil ku berikan secarik
kertas itu padanya.dan mulailah dia mengambar di kertas itu,setiap kali dia
mencoret di dinding,setiap kali itu pula kuberikan secarik kertas untuknya dan itu terjadi berulang-ulang
setiap hari.butuh kesabaran memang.
Hingga pada suatu hari si kecil memegang
pensil dan berkata dengan suara cadelnya,”mama,Ade boleh tulis di sini”sambil
menunjuk ke tembok.dan aku berkata” Ade lebih pintar kalau menggambar disini”,sambil
kuberikan lagi secarik kertas untuknya.
Alhamdulilah berkat kesabaranku, jika si
kecil ingin menggambar selalu mencari kertas,bukan mencari dinding yang masih
kosong.ketika usia 2.5 tahun si kecil sudah pintar menggambar
kambing,sapi,ikan,gambar orang memancing ikan di buku gambar,lucuuu
bund,meskipun belum sempurna tapi bisa membuat kami sekeluarga tersenyum-senyum
geli melihat hasil gambarnya.ku lengkapi alat tulisnya agar si kecil lebih
bersemangat.tanggal 9,bulan 9 tahun 2014 usianya genap 3 tahun.tanggal dan
kelahiran yang sama dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono.berharap kelak
dia bisa menjadi orang yang sukses seperti beliau.


Bu, selamat ya sudah jadi blognya. Oh ya kalau boleh saran untuk membuat tulisan sebaiknya menggunakan huruf kecil saja, huruf besar dipakai pada awal kalimat. Bedakan antara tanda koma dan titik. Dan agar mata pembaca tidak lelah, sebaiknya dalam satu paragraf cukup terdiri dari maksimal lima baris kalimat yang diakhiri tanda titik. Untuk percakapan yang menggunakan tanda petik, sebaiknya dibuat dalam bentuk percakapan yang paragrafnya dipisah. Paragraf terakhir terlalu panjang kalimatnya, supaya dipecah menjadi dua atau tiga paragraf lagi. Secara keseluruhan kalimatnya dan padu padan katanya sudah bagus.
BalasHapusSalam
Yuni
makasih bu atas sarannya..
HapusHayoo, terus menulis ya, tetap semangat.
BalasHapusYa.....pak Budi Mulyono..mksih suportx
BalasHapusWah Selamat ya Mak Blog Baru nya..Semoga sukses terus, lucu cerita si kecil. Selamat juga atas kesabarannya si kecil tumbuh jadi anak pintar. Sukses terus ya mak :)
BalasHapuswah pinter yaa umur 3 tahun dah gambarnya udah mulai terbentuk, kalo shidiq masih lukisan abstrak dan masih rajin menghias dinding :)
BalasHapusAnakku juga suka corat coret dinding, tapi gak lama kok, udahnya bosan juga :)
BalasHapusNgalamin juga serumah habis di coret-coret, apalagi kalau lagi ngambek. Saya biarin aja, lama2 beralih ke kertas dan main sekolah2an. :)
BalasHapusmba, rumah saya udah kaya galeri banyak coretan anak2
BalasHapus