Menjadi seorang ibu adalah karunia yang terindah dalam
hidupku, apalagi ketika aku melihat putra-putriku mulai tumbuh dewasa, mereka
mulai aktif mengikuti kegiatan dilingkungan sekolah dan diluar rumah. Namun,
kadang kekhawatiran muncul dalam hati. Apalagi dizaman yang serba canggih
seperti sekarang ini, pengaruh narkoba serta merebaknya video porno yang
dilakukan oleh para siswa-siswi atau aksi kekerasan yang terjadi dibeberapa
sekolah, makin menambah kekhawatiranku jika mereka berada diluar rumah.
Aku sempat tercengang ketika putra pertamaku yang berusia 14
tahun dan saat ini duduk dibangku SMP mengatakan, bahwa ia pernah naik angkot
sepulang sekolah bersama seorang kawannya, beberapa orang siswa dari sekolah
lain ada didalam angkot tersebut. Ia juga sempat kaget ketika ia melihat siswa
didalam angkot tersebut sedang menghisap rokok, dan beberapa dari mereka sedang
menikmati dan menghirup aroma lem fox. Ya, Allah bgaimana dengan nasib generasi
penerus bangsa ini, jika masih SMP saja sudah melakukan hal-hal yang negative
seperti itu. Kasihan dengan orangtua mereka. Mungkin saja mereka tidak tahu
anaknya berbuat seperti itu.
Dengan menghirup aroma lem fox mereka bisa merasakan seperti
terbang diawang-awang atau istilah kerennya fly, karena didalamnya terdapat zat
adiktif yang yang dapat menyebabkan halusinansi. Kalau dibiarkan terus menerus
akan menyebabkan gangguan pada syaraf dan organ tubuh. Mungkin mereka sudah
tahu tentang bahaya tersebut. Ya, namanya juga ababil atau ABG labil, pengaruh lingkungan dan kurangnya pendidikan
agama bisa dengan mudah merusak moral mereka.
Awalnya sih coba-coba, eh lama-lama jadi ketagihan, itulah
dampak buruk dari zat adiktif, rokok atau narkoba dan sejenisnya. Sudah saatnya
sekarang kita sebagai orang tua untuk selalu mengontrol kegiatan-kegiatan anak
kita saat berada diluar rumah, dan mencari tahu siapa saja teman-teman mereka
baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan rumah serta menjalin komunikasi
yang baik dengan guru disekolah mereka.
Alhamdulilah sebagai orang tua aku selalu menanamkan
nilai-nilai agama pada mereka, Saat ini putraku aktif sebagai pengurus osis
disekolahnya dan sebagai pengurus kesantrian di taman pengajian Nurul Haq yang
ada dilingkungan rumah kami. Adiknya juga aktif mengikuti kegiatan mengaji
setiap sore di taman pengajian tersebut. Berawal dari taman pengajian tersebut
mereka sudah pernah mewakili kabupaten untuk mengikuti Festival Anak Sholeh
Indonesia tingkat provinsi untuk kategori ceramah. Meskipun tidak sempat sampai ketingkat
nasional. Namun cukuplah bagiku untuk bisa memberikan kontribusi yang sangat
besar bagi perkembangan kreativitas mereka.
Menjalin komunikasi yang baik antara aku dan anak-anakku
itulah yang selalu kulakukan, untungnya mereka selalu terbuka dalam segala hal.
Mereka akan bercerita panjang lebar tentang apa saja yang terjadi selama mereka
berada disekolah atau dilingkungan luar rumah. Kalau sudah begini, akupun harus
menjadi pendengar yang baik. Sesekali aku menimpali cerita mereka dengan
memberikan nasehat.
Mendidik anak memanglah bukan hal yang mudah, ibarat
mengukir diatas batu. Aku hanya berharap diusia mereka yang mulai menginjak dewasa, mereka tidak salah melangkah. Dari beberapa hal diatas yang selalu kami garis bawahi dan selalu kami lakukan sebagai orangtua untuk anak-anak kami adalah :
1. Menanamkan
nilai-nilai agama.
2. Mendukung semua kegiatan yang bersifat positif.
3. Menjalin
komunikasi yang baik dengan putra-putri kami.
4. Menjadi
pendengar yang baik.
5. Mengenal semua teman-temannya, baik dilingkungan rumah dan sekolah.
6. Menjalin
komunikasi yang baik dengan guru disekolah dan guru mengaji.
Semoga anak-anakku menjadi anak yang sholeh, menjadi kebanggaan keluarga serta kelak akan menjadi anak yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.
Semoga anak-anakku menjadi anak yang sholeh, menjadi kebanggaan keluarga serta kelak akan menjadi anak yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.



