Melihat kedua putra dan putriku mulai besar. Maka akupun berkeputusan untuk memberikan adik buat mereka. Kali saja suasana rumah bisa menjadi seru jika ada si kecil. Ya, betul saja semenjak hadirnya Fikri dalam hidup kami suasana dirumah menjadi lebih ramai banyak hal-hal yang lucu yang membuat kami tertawa geli karena tingkahnya.
Fikri mulai bisa berjalan dan berlari-lari ketika usianya genap satu tahun. Diapun mulai lancar berbicara, walau sampai sekarang belum bisa mengusapkan huruf "R". Tapi aku tak bosan untuk terus mengajarkannya, aku menggunakan metode pengulangan.(menyuruhnya untuk mengulang-ulang mengucapkan huruf "R" setiap hari) meskipun itu sulit baginya
Satu hal
yang membuatku sedih, ia tak dapat menikmati ASI sepenuhnya dariku, ini semua
juga disebabkan oleh kesalahanku, disaat ia berusia 4 bulan, penyakit magku
kambuh. Aku takut minum obat sembarangan
karena masih menyusui. Perutku hingga punggungku kugosok dengan minyak kayu
putih. Ternyata minyak kayu putih itu panas dan bisa mengeringkan ASI, sedihnya
aku saat itu. Untungnya, meskipun minum susu formula ia bisa lebih cerdas
dibanding kakak-kakaknya.
Anakku
telihat mulai mandiri ketika usianya menginjak tiga tahun. Mungkin karena aku
biasa meninggalkannya mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada disekolah. Ketika
mandi kadang ia ingin mandi dan menggosok gigi sendiri. Ya, akupun mengalah
dengan tetap menjaganya diluar kamar mandi. Byur, iapun mandi layaknya orang
dewasa sambil menggosok sabun dibadannya, meskipun bagian belakang tak kena
sabun dan menggosok gigi sendiri.
Ketika makan iapun lebih suka makan sendiri tanpa ada nasi yang tertumpah namun ia akan lari
terbirit-birit dan menangis keras jika harus dishampo, entah kenapa sampai saat
ini ia takut dengan yang namanya shampo.
Padahal shampo yang kugunakan shampo khusus untuk anak-anak yang tak pedas
dimata.
Ketika Fikri
berusia 2 tahun, ia mempunyai kebiasaan baru, mencorat-coret tembok rumah,
untungnya kebiasaan ini tak berlangsung lama karena aku membiasakannya
mengambar di kertas, iapun akan serius mencorat coret bukunya dan akan datang menghampiriku sambil memperlihatkan
hasil gambarnya. Terereeng, jadilah gambar kapal-kapalan, kambing dan kandangnya, ikan dalam
kolam, sapi yang sedang berdiri serta anjing yang bertaring, kamipun akan tertawa melihat hasil gambarnya.
Beberapa
bulan lalu, tanggal 9 september 2014, usianya genap 3 tahun. Karena mungkin
terinspirasi oleh sang papa, Fikri sangat suka menggunakan baju tentara dengan
menyandang senjata mainan ditangannya sambil menggunakan baret sang papa. Iapun akan bertingkah layaknya seorang
prajurit yang mendapat perintah dari sang komandan. Berteriak-teriak, “siap
komandan, laksanakan tugas”. sambil memberi hormat. Suamiku pernah
membawanya menonton devile menyambut HUT TNI, iapun tercengang, tak sadar
mulutnya berucap, “ih gagah e”.
Didalam
rumah kadang Ia melakukan devile dan senam senjata serta main perang-perangan
sendiri sambil merayap dan jungkir kesana kemari. Aku paling lucu kalau melihat
ekpresinya jika sudah berperan sebagai tentara, iapun akan memperlihatkan wajah
sangarnya, tanpa ada senyum sedikitpun dibibirnya. Kadang ia menyuruhku menaruh
penyamaran di wajahnya. Karuan saja alat kosmetikku yang jadi korbannya.
Bukan hanya
ketika dirumah ia melakukannya, Fikripun akan bertingkah seperti tentara jika
dirumah sanak saudara atau di acara pesta keluarga. Tentu saja ini menjadi
tontonan yang sangat lucu bagi mereka. Merekapun akan tertawa meskipun sang
tentara tetap memperlihatkan wajah sangarnya. Karena itu, senjata mainannya dan
baret sang papa tak pernah lepas dari tangannya, selalu dibawa kemana-mana.
Fikripun
senang dengan mainan-mainan tentara, jika sudah larut dengan mainannya, iapun
akan asyik sendiri sambil berbicara memerankan tokoh yang dimainkannya. Satu
hal yang unik dari Fikri pada saat bermain ia sering menyebutkan Asma-asma
Allah, membaca surah Alfatihah dan surah surah pendek lainnya.
Sekarang ia
mulai hafal dengan ayat kursi, merupakan kemajuan yang sangat pesat bagiku
ditahap perkembangan psikomotoriknya. Setiap kali ia meminta sesuatu yang
sangat diinginkannya, aku menyuruhnya membaca terlebih dahulu ayat tersebut.
Iapun membacanya meskipun kadang terbata-bata. Dan simsalabim, apa yang dia
inginkan kuberikan tertawalah ia sambil meloncat-loncat, dan mengucapkan "terimakasih mamaku sayang". Akupun tertawa
melihat tingkah kocaknya.
Ia juga sering memperhatikan penampilan sang kakak, pernah sekali aku tertawa setengah mati, karena ia langsung nyelutuk ketika sang kakak lewat didepannya, “is, kaka Dina nda bagus pake baju itu, seperti laki-laki”. Sang kakak yang mendengarnyapun tertawa geli. Ah Fikri memang sangat lucu, ia membuat suasana rumah menjadi ramai.
Fikri kecilku
kini berusia 3 tahun 2 bulan. Ia sering mengatakan padaku bahwa ingin menjadi tentara, apapun keinginanmu Nak, mama hanya berharap kelak besar nanti
kau bisa memberikan contoh tauladan yang baik bagi orang banyak. Menjadi anak
yang berguna bagi nusa bangsa dan agama. Amin.
"Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away "Saat Tumbuh Kembang Balitaku Balitamu"
http://lavendergrass.blogspot.com/2014/11/give-away-saat-tumbuh-kembang-balitaku_18.html
"Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away "Saat Tumbuh Kembang Balitaku Balitamu"
http://lavendergrass.blogspot.com/2014/11/give-away-saat-tumbuh-kembang-balitaku_18.html





