Minggu, 28 Desember 2014

Menjadi pendengar yang baik bagi putra-putriku

Menjadi seorang ibu adalah karunia yang terindah dalam hidupku, apalagi ketika aku melihat putra-putriku mulai tumbuh dewasa, mereka mulai aktif mengikuti kegiatan dilingkungan sekolah dan diluar rumah. Namun, kadang kekhawatiran muncul dalam hati. Apalagi dizaman yang serba canggih seperti sekarang ini, pengaruh narkoba serta merebaknya video porno yang dilakukan oleh para siswa-siswi atau aksi kekerasan yang terjadi dibeberapa sekolah, makin menambah kekhawatiranku jika mereka berada diluar rumah.

Aku sempat tercengang ketika putra pertamaku yang berusia 14 tahun dan saat ini duduk dibangku SMP mengatakan, bahwa ia pernah naik angkot sepulang sekolah bersama seorang kawannya, beberapa orang siswa dari sekolah lain ada didalam angkot tersebut. Ia juga sempat kaget ketika ia melihat siswa didalam angkot tersebut sedang menghisap rokok, dan beberapa dari mereka sedang menikmati dan menghirup aroma lem fox. Ya, Allah bgaimana dengan nasib generasi penerus bangsa ini, jika masih SMP saja sudah melakukan hal-hal yang negative seperti itu. Kasihan dengan orangtua mereka. Mungkin saja mereka tidak tahu anaknya berbuat seperti itu.

Dengan menghirup aroma lem fox mereka bisa merasakan seperti terbang diawang-awang atau istilah kerennya fly, karena didalamnya terdapat zat adiktif yang yang dapat menyebabkan halusinansi. Kalau dibiarkan terus menerus akan menyebabkan gangguan pada syaraf dan organ tubuh. Mungkin mereka sudah tahu tentang bahaya tersebut. Ya, namanya juga ababil atau ABG labil,  pengaruh lingkungan dan kurangnya pendidikan agama bisa dengan mudah merusak moral mereka.

Awalnya sih coba-coba, eh lama-lama jadi ketagihan, itulah dampak buruk dari zat adiktif, rokok atau narkoba dan sejenisnya. Sudah saatnya sekarang kita sebagai orang tua untuk selalu mengontrol kegiatan-kegiatan anak kita saat berada diluar rumah, dan mencari tahu siapa saja teman-teman mereka baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan rumah serta menjalin komunikasi yang baik dengan guru disekolah mereka.


Alhamdulilah sebagai orang tua aku selalu menanamkan nilai-nilai agama pada mereka, Saat ini putraku aktif sebagai pengurus osis disekolahnya dan sebagai pengurus kesantrian di taman pengajian Nurul Haq yang ada dilingkungan rumah kami. Adiknya juga aktif mengikuti kegiatan mengaji setiap sore di taman pengajian tersebut. Berawal dari taman pengajian tersebut mereka sudah pernah mewakili kabupaten untuk mengikuti Festival Anak Sholeh Indonesia tingkat provinsi untuk kategori ceramah. Meskipun tidak sempat sampai ketingkat nasional. Namun cukuplah bagiku untuk bisa memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan kreativitas mereka.


Menjalin komunikasi yang baik antara aku dan anak-anakku itulah yang selalu kulakukan, untungnya mereka selalu terbuka dalam segala hal. Mereka akan bercerita panjang lebar tentang apa saja yang terjadi selama mereka berada disekolah atau dilingkungan luar rumah. Kalau sudah begini, akupun harus menjadi pendengar yang baik. Sesekali aku menimpali cerita mereka dengan memberikan nasehat.

Kegiatan Santri TPA Nurul Haq

Mendidik anak memanglah bukan hal yang mudah, ibarat mengukir diatas batu. Aku hanya berharap diusia mereka yang mulai menginjak dewasa,  mereka tidak salah melangkah. Dari beberapa hal diatas yang selalu kami garis bawahi dan selalu kami lakukan sebagai orangtua untuk anak-anak kami adalah  :

1.   Menanamkan nilai-nilai agama.
2.   Mendukung semua kegiatan yang bersifat positif.
3.   Menjalin komunikasi yang baik dengan putra-putri kami.
4.   Menjadi pendengar yang baik.
5.   Mengenal semua teman-temannya, baik dilingkungan rumah dan sekolah.
6.   Menjalin komunikasi yang baik dengan guru disekolah dan guru mengaji.

Semoga anak-anakku menjadi anak yang sholeh, menjadi kebanggaan keluarga serta kelak akan menjadi anak yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.



Ngaji yuk...!
              




Kamis, 27 November 2014

Tentara cilikku mulai hafal Ayat Kursi


Melihat  kedua putra dan putriku mulai besar. Maka akupun berkeputusan untuk memberikan adik buat mereka. Kali saja suasana rumah bisa menjadi seru jika ada si kecil. Ya, betul saja semenjak hadirnya Fikri dalam hidup kami suasana dirumah menjadi lebih ramai banyak hal-hal yang lucu yang membuat kami tertawa geli karena tingkahnya.


Fikri mulai bisa berjalan dan berlari-lari ketika usianya genap satu tahun. Diapun mulai lancar berbicara, walau sampai sekarang belum bisa mengusapkan huruf  "R".  Tapi aku tak bosan untuk terus mengajarkannya, aku menggunakan metode pengulangan.(menyuruhnya untuk mengulang-ulang mengucapkan huruf "R" setiap hari) meskipun itu sulit baginya

Satu hal yang membuatku sedih, ia tak dapat menikmati ASI sepenuhnya dariku, ini semua juga disebabkan oleh kesalahanku, disaat ia berusia 4 bulan, penyakit magku kambuh. Aku  takut minum obat sembarangan karena masih menyusui. Perutku hingga punggungku kugosok dengan minyak kayu putih. Ternyata minyak kayu putih itu panas dan bisa mengeringkan ASI, sedihnya aku saat itu. Untungnya, meskipun minum susu formula ia bisa lebih cerdas dibanding kakak-kakaknya.

Anakku telihat mulai mandiri ketika usianya menginjak tiga tahun. Mungkin karena aku biasa meninggalkannya mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada disekolah. Ketika mandi kadang ia ingin mandi dan menggosok gigi sendiri. Ya, akupun mengalah dengan tetap menjaganya diluar kamar mandi. Byur, iapun mandi layaknya orang dewasa sambil menggosok sabun dibadannya, meskipun bagian belakang tak kena sabun dan menggosok gigi sendiri.

 Ketika makan iapun lebih suka makan sendiri tanpa ada nasi yang tertumpah namun ia akan lari terbirit-birit dan menangis keras jika harus dishampo, entah kenapa sampai saat ini ia takut  dengan yang namanya shampo. Padahal shampo yang kugunakan shampo khusus untuk anak-anak yang tak pedas dimata.

Ketika Fikri berusia 2 tahun, ia mempunyai kebiasaan baru, mencorat-coret tembok rumah, untungnya kebiasaan ini tak berlangsung lama karena aku membiasakannya mengambar di kertas, iapun akan serius mencorat coret  bukunya dan akan datang menghampiriku sambil memperlihatkan hasil gambarnya. Terereeng, jadilah gambar kapal-kapalan, kambing dan kandangnya, ikan dalam kolam, sapi yang sedang berdiri serta anjing yang bertaring,  kamipun akan tertawa melihat hasil gambarnya.



Beberapa bulan lalu, tanggal 9 september 2014, usianya genap 3 tahun. Karena mungkin terinspirasi oleh sang papa, Fikri sangat suka menggunakan baju tentara dengan menyandang senjata mainan ditangannya sambil menggunakan baret sang papa. Iapun akan bertingkah layaknya seorang prajurit yang mendapat perintah dari sang komandan. Berteriak-teriak, “siap komandan, laksanakan tugas”. sambil memberi hormat. Suamiku pernah membawanya menonton devile menyambut HUT TNI, iapun tercengang, tak sadar mulutnya berucap, “ih gagah e”.

Didalam rumah kadang Ia melakukan devile dan senam senjata serta main perang-perangan sendiri sambil merayap dan jungkir kesana kemari. Aku paling lucu kalau melihat ekpresinya jika sudah berperan sebagai tentara, iapun akan memperlihatkan wajah sangarnya, tanpa ada senyum sedikitpun dibibirnya. Kadang ia menyuruhku menaruh penyamaran di wajahnya. Karuan saja alat kosmetikku yang jadi korbannya.



Bukan hanya ketika dirumah ia melakukannya, Fikripun akan bertingkah seperti tentara jika dirumah sanak saudara atau di acara pesta keluarga. Tentu saja ini menjadi tontonan yang sangat lucu bagi mereka. Merekapun akan tertawa meskipun sang tentara tetap memperlihatkan wajah sangarnya. Karena itu, senjata mainannya dan baret sang papa tak pernah lepas dari tangannya, selalu dibawa kemana-mana.

Fikripun senang dengan mainan-mainan tentara, jika sudah larut dengan mainannya, iapun akan asyik sendiri sambil berbicara memerankan tokoh yang dimainkannya. Satu hal yang unik dari Fikri pada saat bermain ia sering menyebutkan Asma-asma Allah, membaca surah Alfatihah dan surah surah pendek lainnya.



Sekarang ia mulai hafal dengan ayat kursi, merupakan kemajuan yang sangat pesat bagiku ditahap perkembangan psikomotoriknya. Setiap kali ia meminta sesuatu yang sangat diinginkannya, aku menyuruhnya membaca terlebih dahulu ayat tersebut. Iapun membacanya meskipun kadang terbata-bata. Dan simsalabim, apa yang dia inginkan kuberikan tertawalah ia sambil meloncat-loncat, dan mengucapkan "terimakasih mamaku sayang". Akupun tertawa melihat tingkah kocaknya.


Ia juga sering memperhatikan penampilan sang kakak, pernah sekali aku tertawa setengah mati, karena ia langsung nyelutuk ketika sang kakak lewat didepannya, “is, kaka Dina nda bagus pake baju itu, seperti laki-laki”. Sang kakak yang mendengarnyapun tertawa geli. Ah Fikri memang sangat lucu, ia membuat suasana rumah menjadi ramai.

Fikri kecilku kini berusia 3 tahun 2 bulan. Ia sering mengatakan padaku bahwa ingin menjadi tentara, apapun keinginanmu Nak, mama hanya berharap kelak besar nanti kau bisa memberikan contoh tauladan yang baik bagi orang banyak. Menjadi anak yang berguna bagi nusa bangsa dan agama. Amin.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away "Saat Tumbuh Kembang Balitaku Balitamu"



http://lavendergrass.blogspot.com/2014/11/give-away-saat-tumbuh-kembang-balitaku_18.html










Rabu, 05 November 2014

Dongeng sebelum tidur




Seperti biasa,setiap malam sebelum tidur,atau sebelum tidur siang, Putra ke-3ku Fikri selalu minta  dibacakan cerita. Meskipun mata sudah mengantuk aku tetap mambacakan cerita yang dia inginkan. Dia senang sekali mendengarkan cerita-cerita yang kubacakan tersebut. Kalau sudah begitu Ia akan konsentrasi dan berinteraksi dengan cerita tersebut.  Betapa indah suasana seperti itu berbaring disampingnya sambil membacakannya cerita untuknya.

Membacakan cerita-cerita yang bermutu dan bermanfaat  telah biasa kulakukan mulai dari anak pertama hingga ke tiga ketika mereka berumur 2 tahun. Ini salah satu yang aku lakukan untuk menambah erat ikatan batin antara aku dan Anak-anakku. Ada kepuasan tersendiri ketika mereka tertidur pulas saat mendengarkan ceritaku tersebut. Ketenangan terlihat dari wajahnya saat tidur. Tanpa ada rasa takut dan cemas.

Satu hal yang perlu kita ketahui membacakan cerita sebelum tidur,mempunyai manfaat yang sangat besar, cerita yang dibacakan tersebut akan tertanam kuat di memori anak,dan sulit untuk dilupakan. Bahkan para Psikolog menganjurkan kepada para Ibu betapa pentingnya membacakan cerita sebelum tidur.
Ada beberapa metode yang biasa saya gunakan saat membacakan cerita untuk Putra putriku
1.       Membaca sesuai dengan paragraph bacaan agar Anak mudah mengerti.
2.       Menggunakan lafal dan intonasi suara yang disesuaikan dengan tokoh yang ada pada cerita tersebut.
3.       Mengunakan gerakan tangan dan ekspresi wajah. Misalnya senang,sedih.
4.       Mengunakan namanya,nama-nama orang yang ada di sekitarnya. Misalnya orang orang yang dekat dengannya
 
Setelah kuperhatikan metode yang paling disenanginya adalah yang ke-4. Dia pasti akan tersenyum-senyum senang mendengar namanya yang digunakan sebagai tokoh dalam cerita tersebut. Dan dia akan menyuruh mengulang-ngulang cerita tersebut hingga malam-malam berikutnya tanpa ada rasa bosan.  Lucu Bund,tapi asyik dan menyenangkan untukku. Waktu yang tepat untuk membacakan cerita kepada mereka adalah,disaat akan tidur,ketika diminta,sebagai hadiah kebaikan Anak,ketika menemukan waktu yang tepat.
 
Ayo,Bund yang usia anaknya masih 2 sampai 5 tahun inilah usia yang tepat untuk berbagi cinta dan kasih sayang melalui cerita, berikanlah cerita yang bermanfaat untuknya. Misalnya tentang kebaikan seorang anak,menyikat gigi sebelum tidur,atau tentang cerita binatang yang mempunyai sifat budiman baik hati,tidak kikir,dan suka menolong. Ini adalah salah satu metode yang bagus untuk membentuk karakter anak.
  

Selasa, 07 Oktober 2014

Aksi corat coret si Kecil

     


 Putraku yang ke-3 bernama Moh Fikri Raihan,biasa dipanggil Ade Iki, ketika usianya menginjak 1-2,5 tahun,dia biasa melakukan aksi corat coret dinding rumah,hal ini juga aku lihat pada anakku yang pertama dan kedua.ketika aku bertamu ke rumah kerabat dan teman temanku yang mempunyai anak seusia Ade Iki,aku juga melihat dinding rumah mereka penuh dengan coreta.rumah yang tadinya bersih dengan warna cat yang menarik ,kini penuh dengan goresan pensil,polpen,spidol atau media apa saja yang bisa mereka gunakan untuk mencoret-coret tembok.

  Bunda,ini adalah salah satu hal yang unik dan sebenarnya wajar-wajar saja terjadi, ketika usia anak bunda menginjak 1-3 tahun,dan itu memperlihatkan kepada kita bahwa anak kita tumbuh dengan normal.namun hal itu kadang membuat bunda sangat kesal dan jengkel,bahkan memberi cubitan pada si kecil.bunda, disinilah peran seorang ibu untuk memahami kemampuan motorik putra putri anda.ingat….bunda jangan memarahinya dan terlalu sering mengucapkan kata “jangan”. “Ade jangan begini”,,”Ade jangan begitu”,karena lama kelamaan anak akan ragu-ragu untuk mengerjakan sesuatu yang sebenarnya dia lakukan untuk mengasah kreativitasnya,dan bisa membuat anak jadi tidak percaya diri.


Bunda,akan lebih bijaksana jika bunda menyampaikan sesuatu yang tidak bunda sukai dengan kata –kata yang lemah lembut dan penuh kasih sayang.satu hal yang pernah terjadi pada diriku,,ketika aku berada di dapur dan kembali ke ruang keluarga,dinding rumah sudah penuh coretan.aku tersenyum dan berkata,"waaah,gambar ade bagus sekali",si kecil tersenyum-senyum,mungkin saja dia merasa bangga dengan sanjungan yang kuberikan,kuhampiri dia,sambil berkata,"gambar ade bagus sekali tapi lebih bagus kalau ade menggambar di kertas ini".sambil ku berikan secarik kertas itu padanya.dan mulailah dia mengambar di kertas itu,setiap kali dia mencoret di dinding,setiap kali itu pula kuberikan secarik kertas  untuknya dan itu terjadi berulang-ulang setiap hari.butuh kesabaran memang.

  
 Hingga pada suatu hari si kecil memegang pensil dan berkata dengan suara cadelnya,”mama,Ade boleh tulis di sini”sambil menunjuk ke tembok.dan aku berkata” Ade lebih pintar kalau menggambar disini”,sambil kuberikan lagi secarik kertas untuknya.

  
 Alhamdulilah berkat kesabaranku, jika si kecil ingin menggambar selalu mencari kertas,bukan mencari dinding yang masih kosong.ketika usia 2.5 tahun si kecil sudah pintar menggambar kambing,sapi,ikan,gambar orang memancing ikan di buku gambar,lucuuu bund,meskipun belum sempurna tapi bisa membuat kami sekeluarga tersenyum-senyum geli melihat hasil gambarnya.ku lengkapi alat tulisnya agar si kecil lebih bersemangat.tanggal 9,bulan 9 tahun 2014 usianya genap 3 tahun.tanggal dan kelahiran yang sama dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono.berharap kelak dia bisa menjadi orang yang sukses seperti beliau.