Sabtu, 28 Maret 2015

Bye....bye dot susu

Beberapa  hari ini Fikri uring-uringan, bibir mungilnya tak henti-hentinya ngomel. Ada saja yang diomelinya, aku hanya senyum-senyum saja mendengar omelannya (kaya orang besar), pasalnya sudah tiga hari ini aku sengaja menyembunyikan dot susunya. Kasian juga sebenarnya sih, tapi mengingat usianya 3 tahun, 6 bulan aku harus segera bertindak, jangan sampai masuk sekolah, masih ngenyot dot. Aku juga selalu dibuat rempong, kemana-mana bawa susu dengan dotnya.

Butuh kesabaran juga sih, habis dikit-dikit dia merengek minta dibikinin susu, bahkan pernah menangis sejadi-jadinya. Kalau boleh dibilang dot susu adalah teman yang tak bisa terlupakan dan tertinggal, kemana saja pergi benda yang pertama kali dimasukkan dalam tas, ya...dot susu. Fikri juga pintar, kalau mau keluar rumah, yang pertama ditanyakannya, sudah pasti benda tersebut. Pokoknya Fikri sudah satu hati deh dengan dot susunya. Dot susu baginya is the best.

Dua tiga hari aku melihat ia tersiksa dengan keadaan ini (penyesuaian niee…), berbagai cara kulakukan agar ia nyaman setiap menjelang tidur, aku mulai bercerita untuk mengalihkan ingatannya pada dot susunya  tentang hal-hal yang menarik, atau menceritakan dongeng-dongeng pengantar tidur. Hasil….taaaraaa, iapun tertidur pulas tanpa botol susu. Meskipun tidur siangnya terlewatkan karena dot susu tak menemaninya.

Ketika hari kedua aku membawanya ke tempat mengajarku, ia merayuku untuk membeli dot, aku membujuknya dengan kata-kata yang membuatnya merasa tersanjung “kalau tentara itu tidak minum dot”. Lolos….alasanku masuk akalnya, ya……dia paling bangga dan senang jika dikatakan tentara. “kalau tentara itu tidak ada yang minum pake dot, mama”, begitu ia bertanya kembali.  Aku menjawabnya sambil tersenyum “ya, iyalah”.

Sedikit ia sudah mulai melupakan botol kesayangannya tersebut. Ternyata ada sisi positifnya lho….makannyapun mulai lahap, sekali makan bisa nambah. Tidak perlu memaksanya makan, ia akan minta sendiri, pernah sekali waktu akan tidur malam, ia minta makan lagi. Wiiih…pokoknya seneng sekali lihat nafsu makannya. Bangun tidur bukan minta dot, tapi minta makan.

Hari ketiga, ingatan Fikri tentang botolnya goyah. Tau ga kenapa??? Ibuku, sang nenek datang kerumah, pikirnya….hem, ada pembela nih, mulai deh dia merengek-rengek minta dot lagi (tau aja dia kalau nenek sayang banget sama cucu).Ternyata rengekannya tak mempan, dia jadi uring-uringan lagi, nangis sampe berjam-jam.  Dengan membujuknya, aku mengatakan boleh minum susu, tapi digelas saja ya….., untung saja dia mau.

Hari keempat, dia mulai lupa sama botolnya. Yeeee….akupun mulai bersorak senang, kali ini kemenangan ada padaku. Yang jelas kemenangan yang kudapat membawa banyak manfaat buat Fikri. Yang pertama, selera makannya makin baik . Kedua, pipisnya makin berkurang, soooo….sekalian aja tinggalin diapers, sambil diajar bangun pipis tengah malam. Ketiga, kemana-mana ga rempong bawa dot susu. 
Sambil menyimpan semua botol Fikri aku berkata dalam hati

“bye..bye dot susu dan diapers”

Moment moment Fikri menikmati dot susu. Kalau lagi mau, dimana saja oke

Shalat ied ketiduran, ditemani dot susu
Ultah Fikri ke-1

Koleksi botol susu Fikri

6 bulan sudah lengket sama dot susu
Teras rumah, nunggu jemputan

Waktu ngantar siswa siswiku ikut lomba

Halaman sekolah, nunggu mama pulang ngajar

Di bandara juga oke :)


Bermain, lanjut terus ngenyotnya

Tempat rekreasi, cuek aja dengan orang lain