Selasa, 07 Oktober 2014

Aksi corat coret si Kecil

     


 Putraku yang ke-3 bernama Moh Fikri Raihan,biasa dipanggil Ade Iki, ketika usianya menginjak 1-2,5 tahun,dia biasa melakukan aksi corat coret dinding rumah,hal ini juga aku lihat pada anakku yang pertama dan kedua.ketika aku bertamu ke rumah kerabat dan teman temanku yang mempunyai anak seusia Ade Iki,aku juga melihat dinding rumah mereka penuh dengan coreta.rumah yang tadinya bersih dengan warna cat yang menarik ,kini penuh dengan goresan pensil,polpen,spidol atau media apa saja yang bisa mereka gunakan untuk mencoret-coret tembok.

  Bunda,ini adalah salah satu hal yang unik dan sebenarnya wajar-wajar saja terjadi, ketika usia anak bunda menginjak 1-3 tahun,dan itu memperlihatkan kepada kita bahwa anak kita tumbuh dengan normal.namun hal itu kadang membuat bunda sangat kesal dan jengkel,bahkan memberi cubitan pada si kecil.bunda, disinilah peran seorang ibu untuk memahami kemampuan motorik putra putri anda.ingat….bunda jangan memarahinya dan terlalu sering mengucapkan kata “jangan”. “Ade jangan begini”,,”Ade jangan begitu”,karena lama kelamaan anak akan ragu-ragu untuk mengerjakan sesuatu yang sebenarnya dia lakukan untuk mengasah kreativitasnya,dan bisa membuat anak jadi tidak percaya diri.


Bunda,akan lebih bijaksana jika bunda menyampaikan sesuatu yang tidak bunda sukai dengan kata –kata yang lemah lembut dan penuh kasih sayang.satu hal yang pernah terjadi pada diriku,,ketika aku berada di dapur dan kembali ke ruang keluarga,dinding rumah sudah penuh coretan.aku tersenyum dan berkata,"waaah,gambar ade bagus sekali",si kecil tersenyum-senyum,mungkin saja dia merasa bangga dengan sanjungan yang kuberikan,kuhampiri dia,sambil berkata,"gambar ade bagus sekali tapi lebih bagus kalau ade menggambar di kertas ini".sambil ku berikan secarik kertas itu padanya.dan mulailah dia mengambar di kertas itu,setiap kali dia mencoret di dinding,setiap kali itu pula kuberikan secarik kertas  untuknya dan itu terjadi berulang-ulang setiap hari.butuh kesabaran memang.

  
 Hingga pada suatu hari si kecil memegang pensil dan berkata dengan suara cadelnya,”mama,Ade boleh tulis di sini”sambil menunjuk ke tembok.dan aku berkata” Ade lebih pintar kalau menggambar disini”,sambil kuberikan lagi secarik kertas untuknya.

  
 Alhamdulilah berkat kesabaranku, jika si kecil ingin menggambar selalu mencari kertas,bukan mencari dinding yang masih kosong.ketika usia 2.5 tahun si kecil sudah pintar menggambar kambing,sapi,ikan,gambar orang memancing ikan di buku gambar,lucuuu bund,meskipun belum sempurna tapi bisa membuat kami sekeluarga tersenyum-senyum geli melihat hasil gambarnya.ku lengkapi alat tulisnya agar si kecil lebih bersemangat.tanggal 9,bulan 9 tahun 2014 usianya genap 3 tahun.tanggal dan kelahiran yang sama dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono.berharap kelak dia bisa menjadi orang yang sukses seperti beliau.


    



   

9 komentar:

  1. Bu, selamat ya sudah jadi blognya. Oh ya kalau boleh saran untuk membuat tulisan sebaiknya menggunakan huruf kecil saja, huruf besar dipakai pada awal kalimat. Bedakan antara tanda koma dan titik. Dan agar mata pembaca tidak lelah, sebaiknya dalam satu paragraf cukup terdiri dari maksimal lima baris kalimat yang diakhiri tanda titik. Untuk percakapan yang menggunakan tanda petik, sebaiknya dibuat dalam bentuk percakapan yang paragrafnya dipisah. Paragraf terakhir terlalu panjang kalimatnya, supaya dipecah menjadi dua atau tiga paragraf lagi. Secara keseluruhan kalimatnya dan padu padan katanya sudah bagus.

    Salam
    Yuni

    BalasHapus
  2. Hayoo, terus menulis ya, tetap semangat.

    BalasHapus
  3. Ya.....pak Budi Mulyono..mksih suportx

    BalasHapus
  4. Wah Selamat ya Mak Blog Baru nya..Semoga sukses terus, lucu cerita si kecil. Selamat juga atas kesabarannya si kecil tumbuh jadi anak pintar. Sukses terus ya mak :)

    BalasHapus
  5. wah pinter yaa umur 3 tahun dah gambarnya udah mulai terbentuk, kalo shidiq masih lukisan abstrak dan masih rajin menghias dinding :)

    BalasHapus
  6. Anakku juga suka corat coret dinding, tapi gak lama kok, udahnya bosan juga :)

    BalasHapus
  7. Ngalamin juga serumah habis di coret-coret, apalagi kalau lagi ngambek. Saya biarin aja, lama2 beralih ke kertas dan main sekolah2an. :)

    BalasHapus
  8. mba, rumah saya udah kaya galeri banyak coretan anak2

    BalasHapus