Selasa, 10 Februari 2015

Dilema Dina putriku. Mamaku, guruku

“Pokoknya naik kelas enam, dina mau pindah disekolah lain” ujar dina dengan nada agak tinggi ketika pulang sekolah kemarin. Aku lihat raut wajahnya saat itu begitu kesal dan marah. Kucoba menenangkannya sambil bertanya ada apa sebenarnya. “mama tau, tadi mamanya temanku (sebut saja mamanya R dan L), sedang bicara tentang nilainya kita dikelas, baru mamanya R bilang dina itu sering dapat juara satu karena ada mamanya disekolah ini, dia tidak lihat, kalau saya tadi duduk-duduk dibawah pohon”.  Gleek, kalimat itu lagi yang kudengar. Sudah sering aku mendengar  tanggapan orang tua dari teman-teman dina tentang rangking satu yang selalu ia raih semenjak duduk dibangku kelas satu.

Aku juga sangat tidak suka mendengar hal itu, ibu mana sih yang tak sedih jika anaknya disakiti. ini tentu saja membuat ia down, pingin saja mencak-mencak kepada kedua orangtua anak tersebut, untung saja aku dapat mengendalikan diriku. Aku juga sudah menyampaikan hal ini kepada wali kelasnya. Sebenarnya ia sudah memintaku untuk memindahkannya semenjak ia duduk dibangku kelas 3 SD. Dina tak ingin prestasinya yang selama ini didapatkannya dikelas, dianggap oleh beberapa pihak karena ada campur tanganku. Padahal aku tak tahu menahu tentang itu. Karena penilaian tentangnya sudah kuserahkan sepenuhnya kepada wali kelas. Aku hanya sekedar bertanya tentang nilai-nilainya dikelas, dan sejauh ini memang tak ada masalah. Wali kelasnya-pun mengakui kalau dina memang cerdas. Ya, memang ini satu dilema jika anak bersekolah ditempatnya mama mengajar.

Saat ini aku hanya  bisa memberikannya motivasi agar ia tidak patah semangat untuk belajar. Dina, putri manisku memang sangat tekun dalam belajar, ia tak perlu menunggu disuruh untuk membuka kembali pelajaran yang diberikan ibu gurunya dan membuat PR jika dirumah. Jika aku membuka pintu kamarnya aku melihat ia begitu serius dengan buku-buku pelajarannya. Terlihat ketika ia kalah saingan dengan temannya pada pelajaran matematika, dengan kesadarannya sendiri, ia memintaku untuk memasukannya ditempat les khusus untuk otak kanan. Ya, apapun kulakukan jika untuk mendukung prestasi anak-anakku.

Salah satu koleksi piala Dina di sekolah
Dina putriku juga jago bercerita, berpidato dan ceramah. Aku sangat bangga atas prestasi yang diukirnya. Karena sudah memboyong beberapa piala untuk menjadi koleksi sekolah. Beberapa minggu lalu ia juga mendapat juara 2 ketika mengikuti Dai cilik mewakili TPA-nya tingkat kecamatan. Saat ini ia juga bersiap-siap untuk mengikuti olimpiade IPA dalam rangka FLS2N.

Piala lomba Da'i cilik
Semangat Dina putri manisku, jangan dengarkan mereka yang beranggapan lain-lain tentangmu, biarkan anjing menggonggong, kafilah berlalu. Keep Smile aja. Mama yakin dina pasti bisa. Doa mama selalu menyertai setiap langkahmu nak……………



10 komentar:

  1. Pastilah ada yg mencurigai seperti itu. Alhamdulillah Dina tetap semangat belajar. Temanku dulu memilih jalan lain, jadi paling bandel dikelas n dia senang dihukum. :)

    BalasHapus
  2. Dina harus semangat ya...Tetapp semangat belajar untuk masa depan :)

    BalasHapus
  3. Nasibnya sama dengan anak ketigaku Mbak, dia dikatain begitu juga sama teman dan orang tua temannya karena aku juga guru di sekolahnya. Setelah aku resign baru mereka nggak berbunyi lagi karena anakku tetap berprestasi. Semangat terus buat kakak Dina ya, nggak usah denger omongan orang, apalagi sebentar lagi mau kelas 6, tanggung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah mbak kalau anak-anak satu sekolah dengan kita, ya,,,intinya memang sabar dan tawakal saja.

      Hapus
    2. Begitulah mbak kalau anak-anak satu sekolah dengan kita, ya,,,intinya memang sabar dan tawakal saja.

      Hapus
  4. Tapi sebenarnya prestasi anak itu tidak boleh dilihat secara subyektifitas, mentang2 ibunya guru di sekolah tsb maka anaknya pasti berprestasi. Kalau terjadi hal demikian, maka sang anak hrs terus mempertahankan prestasinya bahkan meningkatkan, sebagai bentuk pembuktian bahwa dia memang benar2 berprestasi bukan karena ibunya guru. Sepertinya Dina emang berbakat...semoga persepsi itu akan terjawab dg kemampuan yang dimilikinya...

    BalasHapus
  5. Wuih Dina keren banyak piala dan prestasinya. Kalau menurutku lebih baik Dina lebih giat lagi belajar buktiin sama orang-orang yang nyinyir itu dia memang Hebat. Semangat terus buat Dina

    BalasHapus
  6. Hebat Dina :) Nanti waktu akan membuktikan semuanya mbak, biarkan orang bicara apa..

    BalasHapus