“Pokoknya naik kelas enam, dina mau pindah disekolah lain” ujar
dina dengan nada agak tinggi ketika pulang sekolah kemarin. Aku lihat raut wajahnya
saat itu begitu kesal dan marah. Kucoba menenangkannya sambil bertanya ada apa
sebenarnya. “mama tau, tadi mamanya temanku (sebut saja mamanya R dan L), sedang
bicara tentang nilainya kita dikelas, baru mamanya R bilang dina itu sering
dapat juara satu karena ada mamanya disekolah ini, dia tidak lihat, kalau saya
tadi duduk-duduk dibawah pohon”.
Gleek, kalimat itu lagi yang kudengar. Sudah sering aku mendengar tanggapan orang tua dari teman-teman dina
tentang rangking satu yang selalu ia raih semenjak duduk dibangku kelas satu.
Aku juga sangat tidak suka mendengar hal itu, ibu mana sih
yang tak sedih jika anaknya disakiti. ini tentu saja membuat ia down, pingin saja mencak-mencak kepada
kedua orangtua anak tersebut, untung saja aku dapat mengendalikan diriku. Aku juga
sudah menyampaikan hal ini kepada wali kelasnya. Sebenarnya ia sudah memintaku
untuk memindahkannya semenjak ia duduk dibangku kelas 3 SD. Dina tak ingin
prestasinya yang selama ini didapatkannya dikelas, dianggap oleh beberapa pihak
karena ada campur tanganku. Padahal aku tak tahu menahu tentang itu. Karena
penilaian tentangnya sudah kuserahkan sepenuhnya kepada wali kelas. Aku hanya sekedar bertanya tentang nilai-nilainya dikelas, dan sejauh ini memang tak ada masalah. Wali kelasnya-pun mengakui kalau dina memang cerdas. Ya, memang
ini satu dilema jika anak bersekolah ditempatnya mama mengajar.
Saat ini aku hanya bisa memberikannya motivasi agar ia tidak
patah semangat untuk belajar. Dina, putri manisku memang sangat tekun dalam
belajar, ia tak perlu menunggu disuruh untuk membuka kembali pelajaran yang
diberikan ibu gurunya dan membuat PR jika dirumah. Jika aku membuka pintu
kamarnya aku melihat ia begitu serius dengan buku-buku pelajarannya. Terlihat ketika
ia kalah saingan dengan temannya pada pelajaran matematika, dengan kesadarannya
sendiri, ia memintaku untuk memasukannya ditempat les khusus untuk otak kanan. Ya,
apapun kulakukan jika untuk mendukung prestasi anak-anakku.
 |
| Salah satu koleksi piala Dina di sekolah |
Dina putriku juga jago bercerita, berpidato dan ceramah. Aku
sangat bangga atas prestasi yang diukirnya. Karena sudah memboyong beberapa
piala untuk menjadi koleksi sekolah. Beberapa minggu lalu ia juga mendapat
juara 2 ketika mengikuti Dai cilik mewakili TPA-nya tingkat kecamatan. Saat ini
ia juga bersiap-siap untuk mengikuti olimpiade IPA dalam rangka FLS2N.
 |
| Piala lomba Da'i cilik |
Semangat Dina putri manisku, jangan dengarkan mereka yang
beranggapan lain-lain tentangmu, biarkan anjing menggonggong, kafilah berlalu. Keep
Smile aja. Mama yakin dina pasti bisa. Doa mama selalu menyertai setiap
langkahmu nak……………
Pastilah ada yg mencurigai seperti itu. Alhamdulillah Dina tetap semangat belajar. Temanku dulu memilih jalan lain, jadi paling bandel dikelas n dia senang dihukum. :)
BalasHapusYa..Dina tetap semangat belajar mbak..
HapusDina harus semangat ya...Tetapp semangat belajar untuk masa depan :)
BalasHapusIya mbak,,saya selalu mendampinginya.
HapusNasibnya sama dengan anak ketigaku Mbak, dia dikatain begitu juga sama teman dan orang tua temannya karena aku juga guru di sekolahnya. Setelah aku resign baru mereka nggak berbunyi lagi karena anakku tetap berprestasi. Semangat terus buat kakak Dina ya, nggak usah denger omongan orang, apalagi sebentar lagi mau kelas 6, tanggung.
BalasHapusBegitulah mbak kalau anak-anak satu sekolah dengan kita, ya,,,intinya memang sabar dan tawakal saja.
HapusBegitulah mbak kalau anak-anak satu sekolah dengan kita, ya,,,intinya memang sabar dan tawakal saja.
HapusTapi sebenarnya prestasi anak itu tidak boleh dilihat secara subyektifitas, mentang2 ibunya guru di sekolah tsb maka anaknya pasti berprestasi. Kalau terjadi hal demikian, maka sang anak hrs terus mempertahankan prestasinya bahkan meningkatkan, sebagai bentuk pembuktian bahwa dia memang benar2 berprestasi bukan karena ibunya guru. Sepertinya Dina emang berbakat...semoga persepsi itu akan terjawab dg kemampuan yang dimilikinya...
BalasHapusWuih Dina keren banyak piala dan prestasinya. Kalau menurutku lebih baik Dina lebih giat lagi belajar buktiin sama orang-orang yang nyinyir itu dia memang Hebat. Semangat terus buat Dina
BalasHapusHebat Dina :) Nanti waktu akan membuktikan semuanya mbak, biarkan orang bicara apa..
BalasHapus