Kamis, 27 November 2014

Tentara cilikku mulai hafal Ayat Kursi


Melihat  kedua putra dan putriku mulai besar. Maka akupun berkeputusan untuk memberikan adik buat mereka. Kali saja suasana rumah bisa menjadi seru jika ada si kecil. Ya, betul saja semenjak hadirnya Fikri dalam hidup kami suasana dirumah menjadi lebih ramai banyak hal-hal yang lucu yang membuat kami tertawa geli karena tingkahnya.


Fikri mulai bisa berjalan dan berlari-lari ketika usianya genap satu tahun. Diapun mulai lancar berbicara, walau sampai sekarang belum bisa mengusapkan huruf  "R".  Tapi aku tak bosan untuk terus mengajarkannya, aku menggunakan metode pengulangan.(menyuruhnya untuk mengulang-ulang mengucapkan huruf "R" setiap hari) meskipun itu sulit baginya

Satu hal yang membuatku sedih, ia tak dapat menikmati ASI sepenuhnya dariku, ini semua juga disebabkan oleh kesalahanku, disaat ia berusia 4 bulan, penyakit magku kambuh. Aku  takut minum obat sembarangan karena masih menyusui. Perutku hingga punggungku kugosok dengan minyak kayu putih. Ternyata minyak kayu putih itu panas dan bisa mengeringkan ASI, sedihnya aku saat itu. Untungnya, meskipun minum susu formula ia bisa lebih cerdas dibanding kakak-kakaknya.

Anakku telihat mulai mandiri ketika usianya menginjak tiga tahun. Mungkin karena aku biasa meninggalkannya mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada disekolah. Ketika mandi kadang ia ingin mandi dan menggosok gigi sendiri. Ya, akupun mengalah dengan tetap menjaganya diluar kamar mandi. Byur, iapun mandi layaknya orang dewasa sambil menggosok sabun dibadannya, meskipun bagian belakang tak kena sabun dan menggosok gigi sendiri.

 Ketika makan iapun lebih suka makan sendiri tanpa ada nasi yang tertumpah namun ia akan lari terbirit-birit dan menangis keras jika harus dishampo, entah kenapa sampai saat ini ia takut  dengan yang namanya shampo. Padahal shampo yang kugunakan shampo khusus untuk anak-anak yang tak pedas dimata.

Ketika Fikri berusia 2 tahun, ia mempunyai kebiasaan baru, mencorat-coret tembok rumah, untungnya kebiasaan ini tak berlangsung lama karena aku membiasakannya mengambar di kertas, iapun akan serius mencorat coret  bukunya dan akan datang menghampiriku sambil memperlihatkan hasil gambarnya. Terereeng, jadilah gambar kapal-kapalan, kambing dan kandangnya, ikan dalam kolam, sapi yang sedang berdiri serta anjing yang bertaring,  kamipun akan tertawa melihat hasil gambarnya.



Beberapa bulan lalu, tanggal 9 september 2014, usianya genap 3 tahun. Karena mungkin terinspirasi oleh sang papa, Fikri sangat suka menggunakan baju tentara dengan menyandang senjata mainan ditangannya sambil menggunakan baret sang papa. Iapun akan bertingkah layaknya seorang prajurit yang mendapat perintah dari sang komandan. Berteriak-teriak, “siap komandan, laksanakan tugas”. sambil memberi hormat. Suamiku pernah membawanya menonton devile menyambut HUT TNI, iapun tercengang, tak sadar mulutnya berucap, “ih gagah e”.

Didalam rumah kadang Ia melakukan devile dan senam senjata serta main perang-perangan sendiri sambil merayap dan jungkir kesana kemari. Aku paling lucu kalau melihat ekpresinya jika sudah berperan sebagai tentara, iapun akan memperlihatkan wajah sangarnya, tanpa ada senyum sedikitpun dibibirnya. Kadang ia menyuruhku menaruh penyamaran di wajahnya. Karuan saja alat kosmetikku yang jadi korbannya.



Bukan hanya ketika dirumah ia melakukannya, Fikripun akan bertingkah seperti tentara jika dirumah sanak saudara atau di acara pesta keluarga. Tentu saja ini menjadi tontonan yang sangat lucu bagi mereka. Merekapun akan tertawa meskipun sang tentara tetap memperlihatkan wajah sangarnya. Karena itu, senjata mainannya dan baret sang papa tak pernah lepas dari tangannya, selalu dibawa kemana-mana.

Fikripun senang dengan mainan-mainan tentara, jika sudah larut dengan mainannya, iapun akan asyik sendiri sambil berbicara memerankan tokoh yang dimainkannya. Satu hal yang unik dari Fikri pada saat bermain ia sering menyebutkan Asma-asma Allah, membaca surah Alfatihah dan surah surah pendek lainnya.



Sekarang ia mulai hafal dengan ayat kursi, merupakan kemajuan yang sangat pesat bagiku ditahap perkembangan psikomotoriknya. Setiap kali ia meminta sesuatu yang sangat diinginkannya, aku menyuruhnya membaca terlebih dahulu ayat tersebut. Iapun membacanya meskipun kadang terbata-bata. Dan simsalabim, apa yang dia inginkan kuberikan tertawalah ia sambil meloncat-loncat, dan mengucapkan "terimakasih mamaku sayang". Akupun tertawa melihat tingkah kocaknya.


Ia juga sering memperhatikan penampilan sang kakak, pernah sekali aku tertawa setengah mati, karena ia langsung nyelutuk ketika sang kakak lewat didepannya, “is, kaka Dina nda bagus pake baju itu, seperti laki-laki”. Sang kakak yang mendengarnyapun tertawa geli. Ah Fikri memang sangat lucu, ia membuat suasana rumah menjadi ramai.

Fikri kecilku kini berusia 3 tahun 2 bulan. Ia sering mengatakan padaku bahwa ingin menjadi tentara, apapun keinginanmu Nak, mama hanya berharap kelak besar nanti kau bisa memberikan contoh tauladan yang baik bagi orang banyak. Menjadi anak yang berguna bagi nusa bangsa dan agama. Amin.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away "Saat Tumbuh Kembang Balitaku Balitamu"



http://lavendergrass.blogspot.com/2014/11/give-away-saat-tumbuh-kembang-balitaku_18.html










8 komentar:

  1. Alhamdulillah...semoga kelak fikri jd tentara yg tdk lupa kpd Sang Pencipta, tentara yg sholeh....
    Terimakasih sdh berbagi cerita buah hatinya utk meramaikan GA saya ya mak...
    Peluk cium utk fikri yg gagah....hihi

    BalasHapus
  2. Seneng ya melihat tumbuh kembang anak, apalagi pertumbuhannya dibarengi dengan hal-hal yang aneh dan lucu, semoga Fikri bisa menjadi anak kebanggaan mama papanya. Sukses untuk GA-nya mak...

    BalasHapus
  3. Makasih mak Yuni, semua doa yang terbaik untuk mereka

    BalasHapus
  4. Makasih mba Heni, semoga putra putrinya juga sehat sehat

    BalasHapus
  5. Sama seperti anakku mbak, sampai sekarang ia juga masih rewel kalau mau keramas :p padahal masih pakai shampo bayi yang gak perih di mata..

    BalasHapus
  6. wah Fikri hebat umur 3 tahun dah bisa ayat kursi

    BalasHapus